Skip to main content

Posts

Showing posts with the label story

April 2017

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatu. Alhamdulillah usia bertambah dan masa hidup berkurang. Tepat 9 april usia genap 24 tahun. Bukan sesuatu yang harus dirayakan secara meriah dengan huru-hara berlebihan tetapi bukan juga sesuatu yang harus dilupakan. Usia dimana ibu tidak lagi menemani untuk meniti mimpi karena beliau telah pergi untuk selamanya. Hal tersebut  bukan sesuatu yang perlu ditangisi. Karena itu sudah merupakan ketetapan Allah Subhana Wataala. Isnyaallah rencana Allah lebih indah dari apa yang kita selalu panjatkan dalam kekusyuan syahdunya malam. Mengenang 24 tahun silam. Sebagai anak pertama, tentu kelahiran ku merupakan sesuatu yang sangat didambakan. Menjadi harapan orang tua untuk menjadi kebanggan keluarga, bisa membawa dan menjaga nama baik keluarga.  Tidak mudah memang menjadi anak pertama, sebagian orang mungkin menganggap hal ini biasa saja, hanya menjadi penanda untuk yang terlahir pertama dalam sebuah keluarga. Tapi berbeda  dengan ku....

Pengalaman bersama SKCK :)

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatu. Salam sejaterah untuk kita semua. Masih dalam nuansa bulan Mei, saya ingin membagi cerita suka duka saya mebuat SKCK (Surat Keterangan Catatan Kepolisian). Karena beberapa perusahaan untuk melamar pekerjaan memerlukan SKCK, maka mau tidak mau harus dibuat, paling tidak untuk persiapan.  Sebenarnya bukan hal yang sulit, tapi saya ingin sharing saja, mungkin teman-teman pembaca sedang bingung bagaimana cara membuatnya karena merupakan pengalaman pertama saperti saya. SKCK adalah Surat Keterangan Catatan Kepolisian yang berisi pernyataan yang menjelaskan bahwa seseorang tidak terlibat dalam kejahatan G 30 S PKI dan tindakan Kriminal lainnya. Surat SKCK dikeluarkan oleh Kepolisian Resort (Polres)  daerah setempat. Sebelum  ke Polres alangkah baiknya disiapkan beberapa berkas sehingga tidak mondar-mandir, bolak-balik, (asal bukan bolang-baling aja ya) ke kantor.  adapun berkas / syarat yang perlu disiapkan yaitu : 1. ...

Cerita Pulang Kampung

Assalamu alaikum Udah mau pulang, tapi baru sempat nulis. Aduh kemana aja ni. Trus ada oleh-oleh cerita gak? Nah ini, ceritanya ada, tapi rada-rada lupa sih,, hehehh. Oh iya, teringat kisah,( ceileh kata-katanya.) Kisahnya begini. Alhamdulillah tahun ini, Formabutra mengadakan kegiatan untuk kedua kalinya. Waduh Formabutra? apa itu Formabutra? Jadi gini ni. Walaupun tidak masuk sebagai pendiri tapi sedikit tahu sejarah singkat  pembentukkannya. Jadi Formabutra adalah keluarga Cerdas Sultra ku lingkup Baubau dan kabupaten Buton. karena kedepannya akan terbentuk provinsi baru yang bernama Buton Raya (sekarang  diganti  Provinsi Kepulauan Buton), maka mahasiswa yang dikirim sebagai penerima beasiswa merasa perlu adanya sebuah komunitas/perkumpulan yang diharapkan dapat menampung ide-ide untuk membangun daerah kedepan  sebagai tanggung jawab terhadap APBD yang dikeluarkan untuk beasiswa kami (Cerdas SULTRA Ku). Mungkin seperti ini sejarah singkatnya (maaf ka...

SEMARAK AGUSTUS

Assalamu alaikum. Wah ternyata udah bulan Agustus. Ada apa dibulan Agustus ini? Yup ada yang ulang tahun, siapa? Aduh masah gak tahu, itu loh. Kalau sekarang ada 2 aniversary tapi gk tahu kalau setelah ini ternyata udah ada tambahan yang special. Well, kembali ke laptop. Anniversary yang pertama adalah PRAMUKA, tepatnya 14 Agustus yang  sudah berusia 54 tahun. Ternyata udah tua juga yaa. Saya sematkan dalam artikel saya ini karena saya adalah anak Pramuka, hidup Pramuka. Kemudian yang kedua adalah INDONESIA yaitu 17 Agustus dengan usia sudah menginjak 70 tahun. Wah tidak kalah tua ternyata. Pada artikel ini saya akan sedikit bercerita suka cita menyambut hari Ulang tahun Indonesia di daerah saya, tepatnya di Baubau, Sulawesi Tenggara. Tahun ini saya kembali keperantauan lebih cepat dari tahun sebelumnya. Jadi untuk tahun ini saya tidak merasakan suka cita HUT di kota saya tercinta. Mungkin sedikit flash back perayaan tahun lalu. begini ceritanya : Hampir setiap tahun ent...

TA (TUGAS AKHIR) atau TA (TUNGGU AKADaja) ?

Assalamu alaikum, Alhamdulillah, umur bertambah, semester bertambah dan akhirnya sekarang sudah tiba disemester akhir (kata orang). Setelah perjalanan panjang, akhirnya tiba dijembatan yang menuju gelar ST (es teh). Jembatan yang menurut cerita orang bisa bikin berat badan turun smapai berkilo-kilo. Waduh, itu naik gunung atau lari marathon? Dan saya pun sudah mulai merasakannya. Artikel kali ini mungkin bisa dikatakan curhatan saya. Ternyata benar, jembatan itu bisa nurunin badang hingga berkilo-kilo (meskipun saat tulisan ini dibuat belum nimbang J ). Naik gunungnya benar, dan lari maratonnya juga benar. Loh kok bisa? bisa aja kalo tempat pembimbingnya ada di lantai 2 atau 3 trus tidak ada liftnya. Lari marathon, soalnya kejar-kejaran sama dosen yang punya jam terbang jauh (hedeuh, Tarik navas). Jadilah saya berkeluh kesah (lebih tepatnya mirip orang gila), kadang diam sendiri sampai-sampai dikira lagi sakit (sakit jiwa mungkin) dan bikin nafsu makan turun. Kalau yang lagi...

Makan Besar anak Kos

Tahu, tempe, penyetan,  tidak lepas dari menu andalan tiap hari. Bukannya tidak ada menu yang lain. Namun karena padatnya aktivitas hingga makanan cepat saji seperti gorengan, dan lainnya dianggap cukup untuk mengisi tenaga. Padahal jika kita timbang-timbang, Antara manfaat dan kerugiannya  bisa kita simpulkan lebih banyak ruginya. Namun kembali lagi, mungkin ada alasan lain sehinggah kita memilih jalan tersebut. upz, gk akan bahas mengenai itu kok. Pada artikel ini, saya ingin berbagi cerita tentang agenda setiap minggu, atau tepatnya setiap ada kesempatan berkumpul bersama. Bukan acara besar-besaran hanya kumpul dan memasak bersama. menunya pun tidak sesuatu yang wah. Nasi, sayur-mayur, dan  lauk-pauk . sebenarnya mungkin ini hanya sebuah hal yang biasa atau sederhana, namun maknanya ituloh.   Oh ya lupa perkenalan, saya dan teman-teman adalah mahasiswa dari Sultra yang menuntut ilmu di Unissula , Semarang.  Kami berlima ( saya, Devi, Amel, Elsa, dan Ek...

Dipanggil Bu guru

Ketika sekolah dasar, pertanyaan tentang “cita-cita”, pasti  tak pernah luput dari daftar pertanyaan yang selalu guru tanyakan kepada murid. Lalu apa jawaban kita? Dan apakah jawaban itu menjadi pondasi dalam menyongsong masa depan? Lalu apa masa cita-cita mu? Ketika saya ditanya, apa cita-cita ketika besar. Saya dengan lantang menjawab ingin menjadi “guru”. entah itu adalah jawaban dari hati atau karena itu adalah jawaban tren saat itu.  Ada banyak jawaban yang sering dijawab oleh  murid-murid ketika ditanya oleh guru diantaranya menjadi dokter, tentara, polisi, dan guru. Dahulu, cita-cita menjadi guru mungkin hanya sekedar ikut-ikutan, dengan jawaban yang hampir sama dengan jawaban anak-anak yang lain. Namun, semakin bertambah usia,  semakin banyak  jejak langkah yang dibuat, semakin tinggi anak tangga yang tapaki mengubah sedikit pandangan. Guru adalah orang tua kedua. Setelah orang tua di rumah, guru adalah sumber pengetahuan kedua. Namun,  menjadi...

Judulnya “saya datang, saya tidur, saya pulang”

     24 Mei 2015, salah satu Lembaga Organisasi kampus (LO) mengadakan sebuah kegiatan yang menurut saya cukup menarik dan bagus. judul kegiatannya yaitu “indonesia Mengajar Goes to campus” dengan tema “Mengabdi untuk negeri saatnya yang muda yang beraksi”. Jumlah yang ikut pun dibatasi. Alhamdulillah karena salah satu panitianya adalah teman saya,  jadi pendaftarannya pun saya serahkan sepenuhnya kepada teman.       Setelah menunggu kurang lebih seminggu, hari pelaksanaannya pun tiba. Lokasi awal pun berubah dan Alhamdulillah lebih memudahkan bagi kami yang tidak memiliki transportasi pribadi. Pagi itu, saya dan teman berangkat pukul 08.00 wib. Saya dengan kesungguhan hati pagi itu berangkat, walaupun pada malam harinya saya tak tidur karena ada kegiatan kampus. Meskipun sudah diingatkan untuk beristrahat saja, saya tetap bersih keras karena saat itu, kondisi saya segar bugar, tanpa mengantuk sedikitpun.       Saat ti...

Malaikat tanpa sayap

Assalamu alaikum Entah apa judul cerita saya malam ini. Yang penting, saya begitu bersyukur. Sungguh Allah bersama setiap kaumnya. Jadi Ceritanya seperti ini. masih berkaitan dengan status saya yang saya ceritakan sebelumnya. Hari ini adalah jadwal saya mengajar.  Sore itu ketika saya datang tak ada kendaraan Bos. Yang ada hanya sekretarisnya. Itu pertanda untuk pulang tak seperti biasanya. Kelas berakhir, dan waktunya untuk pulang. Seperti biasa, jika memungkinkan, kukerjakan aktifitas fardu 5 waktu. Namun melihat sekretasis bos sudah bersiap dan berberes, aku  pikir mungkin dikerjakan jika sudah di kos saja. namun ternyata, dia justru mempersilahkan ku untuk mengerjakan Isya terlebih dahulu. Setelah selesai kami keluar kantor secara bersamaan. Dia bertanya padaku bagaimana caraku pulang. Ya, nasib tak mempunyai kendaraan, berarti menggunakan jasa angkutan umum. Dia menawarkan ku untuk ikut dengannya, namun hanya sampai perempatan lampu merah, setelah itu, dipersilahka...

MY ORGANIZATION, MY SECOND FAMILY

Ketika kita masuk dalam lingkungan pendidikan baik itu Sekolah maupun Universitas, pasti tidak terlepas dari komunitas atau organisasi. Mungkin itu komunitas tari, Pramuka, Osis, PMR / PMI, dan lain sebagainya.  Dan bagi mereka yang mengikuti itu akan mendapat poin lebih, selain keterampilan  dan pengalaman yang bertambah, daftar pertemanan pun akan ikut bertambah. Ketika kita memilih untuk mengikuti sebuah organisasi, berarti kita harus siap dengan segala konsekuensi yang ada. Kita pun dituntut agar dapat mengatur waktu dengan baik. jika pengaturan waktu tidak lakukan baik, maka konsekuesinya  baik itu di pelajaran maupun organisasi tidak akan berjalan dengan maksimal. Mengikuti berbagaimacam kegiatan ekstra diluar pelajaran memberikan banyak pengalaman. Jelas ada suka dan duka dalam menjalani semuanya. Lelah, jenuh, canda tawa, sedih, turut mewarnai cerita. Namun yang cukup membuat terharu yaitu ketika perpisahan. perpisahan menuju tingkat berikutnya. Layaknya...

Bercermin pada anak-anak di TPQ Insan Cita

Selasa, pukul 16.00 waktu setempat adalah jadwal yang sudah ditetapkan untuk komisariat Teknologi Industri mengajar di TPQ Insan Cita. Alhamdulillah sudah kali keempat saya berkunjung ke TPQ tersebut. awal kunjungan, saya mengira itu adalah akhir dari kunjungan saya. Ada sedikit perasaan tidak enak terhadap suasananya. Maklum terkadang perasaan masih menang terhadap logika. Jarak Kunjungan pertama dan kedua cukup lama, sehingga membuat saya sedikit menjadi orang asing diantara teman yang lain. Mencoba untuk lebih dekat, namun bisa ditebak seberapa besar respon yang diterima pada seseorang yang jarang bersua. Jarak pertemuan kedua dan ketiga pun agak cukup lama. Namun kali ini, saya berusaha untuk santai, berusaha lebih dekat lagi, seakan saya telah mengenal mereka. Sistem SKSD alias Sok Kenal Sok dekat saya terapkan. saya rasa SKSD itu tidak salah dan sah-sah saja untuk diterapkan, yang peting tidak lebay, (maksudnya??)

Berbagi cerita Pulkam

Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatu Mudik sepertinya sudah menjadi tradisi menjelang lebaran. Masa sih? Iya kurang lebihnya seperti itu. Mudik biasanya sudah ramai terjadi sejak 2 minggu menjelang lebaran hingga puncaknya pada h-2 lebaran. Sejak beberapa hari, minggu bahkan bulan sebelumnya biasanya persiapan telah dilakukan, mulai dari packing, sampai booking   tiket. Tentu tidak ketinggalan dengan saya. Setelah beberapa kali mengganti tanggal kepulangan, 18 Juli akhirnya menjadi final perubahan tanggal pulang kampung saya. Rute perjalan kali ini cukup panjang. Perjalanan saya mulai dengan menumpangi bis dari Terminal Joyoboyo (Terboyo), Semarang menuju Terminal Bungarasih, Surabaya. Perjalanan memakan waktu kurang lebih 8 jam perjalanan. Perjalanan berlangsung cukup lancar, belum ada kemacetan yang berarti selama perjalanan. Pukul 01.50 Wib bis berhenti sebelum pintu masuk terminal setelah melakukan perjalanan sejak 18.00 Wib dan berhenti 30 menit untuk makan mala...